TUGAS INDIVIDU

ANALISIS MODEL KOMUNIKASI DALAM FASILITAS PERPAJAKAN DAN KEGIATAN BERDOA




  





Oleh
Nama   :   Raffi Alhadi
NPM   :   2301160330
Kelas   :   5-07 D3 Pajak
No. Absen   :   30
               

Untuk memenuhi Tugas Individu
Mata Kuliah Komunikasi Bisnis
Dosen : Eman Sulaeman Nasim




Politeknik Keuangan Negara STAN
Program Studi D-III Administrasi Perpajakan
Tangerang Selatan
2018



Pembahasan

Pengertian Komunikasi       
Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua individu atau lebih dengan efektif sehingga bisa dipahami dengan mudah. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan berita atau pesan dari dua orang atau lebih supaya pesan yang dimaksud bisa dipahami.
         Adapun pengertian komunikasi menurut ahli ialah, “komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa?” (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?) (Harorl D. Lasswell). Pengertian lain adalahkomunikasi merupakan suatu konsep yang multi makna. Makna komunikasi dapat dibedakan berdasarkan komunikasi sebagai proses sosial. Komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial, di mana para ahli ilmu sosial melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang secara umum memfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitannya terhadap pesan dengan perilaku”. (Anwar Arifin).

Jenis-jenis Model Komunikasi

        Dari berbagai model komunikasi yang telah dirumuskan oleh para ahli, dapat ditarik benang merah bahwa model komunikasi dapat diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) jenis model komunikasi, yaitu model komunikasi linear, model komunikasi transaksional, dan model komunikasi interaksional.
1.    Model Komunikasi Linear
Model komunikasi linear adalah model komunikasi yang sangat sederhana dan menggambarkan komunikasi berlangsung secara satu arah. Arus pesan digambarkan bersifat langsung dari pengirim pesan ke penerima pesan. Dalam model komunikasi linear tidak terdapat konsep umpan balik dan penerima pesan bersifat pasif dalam menerima pesan. Istilah linear berarti lurus. Jadi dalam konteks komunikasi, model linear yaitu komunikasi satu arah, dimana proses penyampaian pesan dilakukan oleh komunikator saja tanpa adanya feedback atau umpan balik oleh komunikan.
Contohnya seorang ayah memberikan nasihat kepada anaknya tanpa adanya umpan balik dari si anak. contoh lainnya yaitu seorang hakim sedang membacakan tuduhan tehadap terdakwa.



Sumber : Google.com

Penerapan dalam Fasilitas Perpajakan
Sumber : Ortax.org

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 disebutkan bahwa Wajib Pajak orang pribadi dan badan yang memiliki peredaran bruto tertentu, dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final dalam jangka waktu tertentu dengan tarif 0,5% (nol koma lima persen). Namun ada beberapa Wajib Pajak yang tidak dikenai pajak UMKM 0,5% berdasarkan Peraturan Pemerintah tersebut. Siapa saja Wajib Pajak yang dimaksud tersebut? Yuk simak infografis diatas!
Nah contoh infografis diatas merupakan salah satu model komunikasi linear dalam bidang perpajakan. Disini pihak Direktorat Jenderal Pajak sebagai komunikator memberikan informasi berupa Wajib Pajak yang Tidak Dikenai Pajak UMKM 0,5% kepada masyarakat sebagai komunikan. Dalam contoh komunikasi ini hanya komunikator saja yang memberikan informasi, dan komunikan tidak memberikan feedback, dalam kata lain komunikan hanya menerima pesan yang disampaikan.

2.    Model Komunikasi Interaksi
Model komunikasi interaksi adalah model komunikasi yang menggambarkan komunikasi berlangsung dua arah. Umumnya model komunikasi interaksi digunakan dalam media baru seperti internet atau media komunikasi modern. komunikasi berlangsung dua arah: dari komunikator kepada komunikan dan dari komunikan kepada komunikator. Jadi komunikator bisa menjadi komunikan dan komunikan bisa menjadi komunikator.
Contohya : seorang dosen yang memberikan materi kepada mahasiswa, kemudian mahasiswa bertanya pada dosen tersebut tentang informasi yang disampaikan dosen, dosen pun menjawabnya pertanyaan tersebut. kemudian saat mahasiswa sedang presentasi, dosen pun balik bertanya pada mahasiswa tersebut. jadi disini komunikasi berlangsung secara dua arah atau adanya umpan balik.
Contoh lainnya ialah si A yang memberi tahu si B bahwa besok ada ulangan disekolah, kemudian si B balik bertanya pada si A, “besok ulangan apa?”, si A pun menjawab ” besok ulangan kimia”, “oh oke lah siap” jawab si B. di saat yang bersamaan si A bertanya pada si B,”kamu tahu tentang arti bimbingan tidak?” “tahu, jadi bimbingan adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, bantuan tersebut bisa berupa mengarahkan dan juga bisa mengembangakan potensi seseorang” jawab si B, “oh begitu ya, terimakasihnya atas jawabannya”, “oke sama-sama, terimakasih juga ya informasinya”, “oke sip”.
Jadi, dalam model interaksi komunikator bisa menjadi komunikan, begitupun sebaliknya komunikan bisa menjadi komunikator.
Sumber : Google.com

Penerapan dalam Fasilitas Perpajakan


Sumber : Pajak.go.id

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ambon menggelar acara sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 (PP 23) di Aula Gedung Keuangan Negara kota Ambon yang disambut antusias oleh para wajib pajak khususnya UMKM kota Ambon (Selasa, 31/8). Setelah pemaparan, acara dilanjutkan ke sesi tanya jawab. Tak lupa dalam acara sosialisasi diselingi kuis terkait materi PP 23 yang membuat suasana semakin meriah.
Dari sosialisasi diatas dapat diketahui bahwa hal tersebut merupakan komunikasi dengan model komunikasi interaksional. Komunikator awal yakni KPP Pratama Ambon menyampaikan terkait PP 23 sebagai komunikannya merupakan para wajib pajak UMKM kota Ambon. Dan dalam sosialisasi ini terjadi interaksi antara komunikator dan komunikan. Mereka saling berinteraksi dan saling memberikan informasi serta feedback kepada sesamanya.



3.    Model Komunikasi Transaksional
Model komunikasi transaksional adalah model komunikasi yang menekankan pada pentingnya peran pengirim pesan dan penerima pesan dalam proses komunikasi yang berlangsung dua arah. Model komunikasi transaksional mengaitkan komunikasi dengan konteks sosial, konteks hubungan, dan konteks budaya. Dalam model ini digambarkan bahwa kita berkomunikasi tidak hanya sebagai ajang untuk pertukaran pesan melainkan untuk membangun hubungan. Model ini menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam proses komunikasi. Model ini bersifat kooperatif: yaitu komunikator dan komunikan sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi. Model transaksional beranggapan bahwa saat kita terus-menerus mengirimkan dan menerima pesan, kita berurusan baik dengan komunikasi verbal dan nonverbal. Dengan kata lain, peserta komunikasi (komunikator) melalukan proses negosiasi makna.
Contohnya : Jika seseorang mengatakan “hallo” pada Anda ( Hallo merupakan stimulus ) dan Anda tersenyum, senyum Anda itu respon, maka terjadilah transaksi.


Sumber : Google.com

Penerapan dalam Fasilitas Perpajakan


 Sumber : jatengpos.com

Petugas Kantor Pajak Pratama Kabupaten Bantul sedang melakukan pelayanan terhadap wajib pajak yang hendak konsultasi mengenai tax amnesty, Jumat (30/9/2016). Komunikasi terjadi antara pihak DJP yakni Account Representative dengan Wajib Pajak. Pada saat wajib pajak berkonsultasi dengan Account Representative, terjadi komunikasi dua arah yang berlangsung secara terus menerus baik secara verbal dan non verbal. Account Representative bersama Wajib Pajak berkomunikasi selain ajang untuk bertukar pesan dan juga untuk membangun hubungan yang baik dan saling membantu dalam hal Tax Amnesty ini.

Hubungan dengan Kegiatan Berdoa


Sumber : Google.com

Doa menurut KBBI berarti permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. Adapun berdoa berarti mengucapkan (memanjatkan) doa kepada Tuhan. Berdoa sendiri merupakan bentuk komunikasi dimana perwujudan dari hubungan manusia dengan tuhannya. Berdoa merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam agama Islam dibahas mengenai doa ini dalam suatu ayat :
 Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.(Q.S. Al-Baqarah : 186)
Menurut pribadi saya sendiri, berdoa ini merupakan bentuk komunikasi dengan model komunikasi interaksional. Dalam komunikasi interaksional diketahui bahwa ada feedback diantara komunikator dengan komunikan. Dalam hal berdoa, yang menjadi komunikator merupakan manusia sebagai hambaNya untuk memohon dan meminta kepada tuhannya dan Tuhan sebagai komunikan dalam hal ini tidak memberikan feedback yang dirasakan secara langsung oleh hambanya. Namun menurut saya feedback yang terjadi bisa merupakan feedback langsung maupun tak langsung. Bentuk feedback langsung merupakan doa yang langsung dikabulkan oleh tuhan atau secara tiba-tiba datangnya pikiran terkait doa kita tersebut yang kita merasakan bahwa pikiran tersebut seperti jawaban dari Tuhan atas doa-doa kita. Adapun feedback tak langsungnya merupakan doa yang tidak langsung dikabulkan oleh tuhan. Hal yang terpenting ialah bagaimanapun model komunikasi dari berdoa ini, kita haruslah terus menerus berdoa dan memohon kepada Tuhan yang maha Esa terlepas dari bagaimana feedback tuhan terhadap doa-doa kita. Yakinlah bahwa doa yang kita panjatkan dengan sepenuh hati tersebut selalu ada hikmah dan berkahnya.








Daftar Pustaka



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini